Thursday, August 6, 2020

MENGENAL BAHAN SERAT BAGIAN II

BAHAN KERAJINAN SERAT

b. Alat Produksi Kerajinan  Serat  Tumbuhan

 Alat yang digunakan untuk membuat produk kerajinan dari bahan serat alam cukup  banyak. Peralatan digunakan sesuai kebutuhan. Peralatan di bawah ini hanya sebagian saja dari aneka peralatan yang dapat digunakan untuk membuat produk kerajinan dari bahan daun atau  serat alam.  Identifikasilah  peralatan lain yang  dapat membantu pekerjaan pembuatan kerajinan

Peralatan yang dapat digunakan untuk mengolah daun atau serat alam adalah gunting, cutter, pisau, lem tembak, dan  jarum jahit.

Ada  pula  peralatan  berat  yang  diperlukan  dalam  pembuatan kerajinan tertentu, seperti mesin jahit, mesin tenun, mesin pemisah sabut  kelapa, dan  aneka mesin  lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan bahan serat alam.

 c.  Produk  Kerajinan  dari Serat  Tumbuhan

Mesin yang dapat digunakan untuk mengolah daun atau serat alam antara lain mesin jahit untuk teknik jahit,  Alat tenun untuk menenun,  mesin pemisah sabut kelapa.

Pembuatan produk  kerajinan bahan serat tumbuhan,  baik  yang dibuat  sebagai bahan baku  tekstil  ataupun  yang  dibuat  sebagai fungsional memiliki prosedur yang berbeda. Bahan serat alam yang berasal dari serat/sabut kelapa dapat diproduksi sebagai keset, atau bahkan sebagai isi bantal. Bahan serat alam dari daun/pelepah pisang, pandan, atau eceng gondok dapat diproduksi menjadi berbagai bentuk  kerajinan yang memiliki  fungsi  pakai  dan  juga fungsi  hias dengan  menggunakan  teknik  anyam.



 2. Produk  Kerajinan  Serat  Hewan

 Pernahkah kamu  melihat  kerajinan yang menggunakan  bahan dasar serat hewan. Serat hewan yang biasa dibuat untuk bahan dasar kerajinan adalah bulu domba, serat ulat sutra, bulu biri-biri, dan kulit hewan. Apakah di daerahmu menghasilkan banyak semacam ini?

Pernahkah kamu melihat bulu domba? Bulu domba memiliki ketebalan yang cukup untuk dibuat kerajinan fesyen seperti shal, baju hangat, kaos kaki, rompi, topi, sepatu, dan tas. Ada pula yang dibuat menjadi sarung bantal kursi, dan taplak. Daerah penghasil bulu domba  sebagai produk

kerajinan di  antaranya Tapos  Indramayu.  Perajin daerah  ini  menyulap bulu domba menjadi hiasan yang menarik dan kreatif. Masih banyak lagi produk kerajinan dari bahan serat hewan ini sudah digeluti oleh pengrajin di beberapa daerah, melihat semakin variatifnya minat masyarakat.

a. Bahan Serat Hewan

Di bawah  ini merupakan bahan serat dari  hewan yang dapat  diolah menjadi produk  kerajinan. Pengolahan yang dilakukan cukup  sederhana yaitu dikeringkan secara alami dengan sinar matahari langsung.

1) Serat wol dari bulu domba

2) Serat sutra dari kepompong ulat sutera

3) Serat dari bulu alpaca

 beberapa tahap pengolahan serat Hewan, seperti pencukuran, pembersihan dengan cara pencucian,  pengeringan, dan kemudian dipintal.  Hasil dari pemintalan diperoleh benang yang dapat dijadikan sejumlah produk yang bernilai jual tinggi. Produk yang dihasilkan dari bulu domba sering diolah dengan teknik  tenun. Serat bulu domba  atau wol  memiliki  kelebihan di antaranya berat, hangat, dan halus. Oleh sebab itu, bahan serat ini cocok dimanfaatkan sebagai produk fesyen.

Mesin yang dapat digunakan untuk mengolah serat hewan a. mesin pemintalan, b. Mesin penggulung benang hasil pemintalan.

 b. Alat Produksi Kerajinan  Serat  Hewan

Alat yang digunakan untuk  membuat  produk  kerajinan dari bahan serat  alam  cukup  banyak.  Peralatan digunakan  sesuai kebutuhan. Peralatan di bawah ini hanya sebagian saja dari aneka peralatan yang dapat  digunakan  untuk  membuat  produk  kerajinan dari  bahan serat hewan. Identifikasilah   peralatan lain  yang  dapat  membantu pekerjaan pembuatan kerajinan. Peralatan yang dapat digunakan untuk mengolah daun atau serat alam Hewan. a. gunting, b. alat pencukur bulu, c. baskom dan c. jarum jahit.

Ada pula peralatan berat yang diperlukan dalam pembuatan kerajinan tertentu, seperti alat pintal dan alat penggulung benang. Alat tersebut dapat dibuat dalam bentuk tradisional

 c. Produk  Kerajinan  dari Serat  Hewan

Pembuatan produk  kerajinan bahan serat hewan, baik yang dibuat sebagai bahan baku  tekstil  ataupun  yang dibuat  sebagai fungsional memiliki prosedur yang berbeda. Bahan serat hewan dari sutra dapat diproduksi menjadi kain sutra. Sedangkan kain sutra sendiri masih dapat diolah kembali menjadi berbagai produk kerajinan lainnya, misalnya batik, kain ikat celup, busana, dan syal. Bahan serat hewan dapat diproduksi menjadi berbagai bentuk kerajinan yang memiliki fungsi pakai dan fungsi hias dengan menggunakan teknik jahit, tenun, dan rajut.

 

F. Kemasan Produk Kerajinan Bahan Serat

 Penyajian sebuah produk kerajinan disebut juga dengan kemasan. Kemasan telah menjadi bagian penting dari sebuah karya. Saat ini kemasan sebuah produk turut menentukan apakah produk tersebut layak dikatakan memiliki kualitas lebih atau biasa saja. Bentuk kemasan sangat membantu sebuah produsen mengenalkan produk. Bentuk kemasan sangat membantu

para pengrajin atau produsen mengenalkan dan mendekatkan produk kepada konsumennya. Hanya dalam beberapa detik saja sebuah kemasan dapat merubah cara pikir seseorang dari tidak tertarik menjadi tertarik untuk terhadap sebuah produk.

  Dilihat dari fungsinya, kemasan memiliki empat fungsi utama, yaitu :

1.  menjual produk,

2.  melindungi produk,

3.  memudahkan penggunaan produk, dan

4.  memperindah penampilan produk.

 Keempat fungsi tersebut penting diperhatikan agar dapat meningkatkan daya  jual  produk.  Kemasan  sebagai  pelengkap  produk  dengan  tujuan agar produk terlihat lebih menarik. Bahan dasar dari kemasan itu sendiri sangat bervariasi, seperti logam, plastik, kayu, serat alam, kardus, kaca, dan mika.Pilihan bahan kemasan harus disesuaikan dengan jenis produk kerajinan yang akan dikemas. Penting untuk dipahami bahwa produk yang diperuntukkan dijual, maka kemasan harus lebih berguna untuk melindungi keamanan karya dari kerusakan, sedangkan jika untuk dipamerkan maka kemasan lebih berfungsi sebagai penunjang produk utama.

latihan soal silahkan jawab latihan soal:

1. Sebutkan 5 produk kerajian bahan serat alam dari tumbuhan

2. Sebutkan 5 Produk kerajinan dari bahan serat alam hewan

Monday, August 3, 2020

KITA PRAKTEK KHUTBAH JUMAT YUK DENGAN TEKS INI

CONTOH TEKS KHUTBAH JUMAT

BERSYUKUR


KHUTBAH PERTAMA

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
قال الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ، فإِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ

Ummatal Islam,

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji hamba-hambaNya yang bersyukur. Namun itu sangat sedikit dari hamba-hambaNya. Allah Ta’ala berfirman:

وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ ﴿١٣﴾

 

“…Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.” (QS. Saba[34]: 13)

Allah juga memuji Nabi Nuh, karena ia termasuk hamba Allah yang bersyukur. Allah Subhanahu wa Ta’ala berjanji untuk memberikan tambahan kepada orang-orang yang bersyukur. Allah berfirman:          

“…Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim[14]: 7)

 

Mensyukuri nikmat Allah membutuhkan kekuatan Iman. Karena sesungguhnya nikmat-nikmat tersebut seringkali melalaikan. Banyak orang yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala nikmat, bukan semakin dekat kepada Allah. Akan tetapi semakin ia jauh kepada Allah.

Al-Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah menyebutkan bahwasannya syukur itu mempunyai rukun.

Rukun yang pertama, mengakui dengan hati kita bahwasannya nikmat ini adalah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak seperti sebagaimana seseorang yang sombong yang menganggap bahwasannya kenikmatan tersebut hasil dari pada jerih payahnya, karena kecerdasannya, karena keterampilannya, karena kemampuannya dalam berbisnis sehingga dia tidak menisbatkan itu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Maka seorang yang mengakui bahwasanya nikmat ini semua dari Allah dan semua itu diberi oleh Allah, maka ia telah mensukuri nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Rukun yang kedua, ia mengucapkan dengan lisannya puji dan syukur kepada Allah. Karena sesungguhnya ia tahu dan yakin bahwasannya satu-satunya yang memberikan kenikmatan hanyalah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bukan atasannya, bukan pula siapa-siapa, dia yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa pemberi rezeki hanyalah Allah. Maka ia memuji Allah, ia puji Allah atas seluruh kenikmatan-kenikmatan yang Allah berikan kepadanya.

Adapun rukun yang ketiga kata Ibnul Qayyim yaitu menggunakan nikmat-nikmat tersebut untuk mentaati Allah. Kita gunakan HP kita untuk mentaati Allah, kita gunakan kendaraan kita untuk menaati Allah, bahkan panca indra kita yang merupakan nikmat yang besar, kita gunakan mata kita untuk melihat apa yang Allah ridhai, kita gunakan telinga kita untuk mendengarkan apa yang Allah cintai, kita gunakan hati kita untuk memahami ayat-ayatNya, kita gunakan akal yang berikan untuk memahami ayat-ayat Allah yang Allah turunkan kepada kita. Bukan untuk menentang ayat-ayatNya.

Siapa yang menggunakan seluruh kenikmatan tersebut saudaraku, sungguh ketika ia gunakan dalam kebaikan dan ketaatan, ketika ia gunakan dalam perkara yang diridhai oleh Ar-Rahman, maka sungguh ia telah mensyukuri nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ummatal Islam,

Dahulu Salafush Shalih dengan diberikan banyak kenikmatan, mereka menjadi ketakutan. Mereka takut sekali dengan hisab pada hari kiamat. Mereka sangat takut sekali, semua kenikmatan yang diberikan kepada mereka akan dipertanyakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka takut dengan jawaban apa yang harus mereka lakukan.

Maka dari itu Salafush Shalih, ketika mereka diberikan oleh kenikmatan-kenikmatan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, segera mereka infaqkan, segera mereka gunakan untuk ketaatan, bahkan semakin mereka mencintai suatu harta semakin mereka malah menginfakkannya. Hal ini karena mereka ingin mendapatkan keutamaan yang besar yang disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala:

لَن تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ

Kalian tidak akan sampai kepada kebajikan, sampai kalian menginfakkan apa yang kalian cintai…” (QS. Ali-Imran[3]: 92)

Subhanallah.. Demikianlah Salafush Shalih.
Sementara kita, gembira dan senang ketika kita mendapatkan kenikmatan dunia belaka. Lalu setelah itu kita lupa untuk mensyukurinya. Sementara Salafush Shalih ketika diberikan kenikmatan dunia, mereka sungguh malah ketakutan. Takut itu menjadi adzab pada hari kiamat untuknya.

Maka dari itulah saudaraku sekalian, setiap kita wajib merenungi tentang harta, tentang karunia, tentang kenikmatan yang Allah berikan kepada kita. Sudah untuk apa kita lakukan? Sebelum dihari kiamat Allah tanya kita, tanyakanlah di dunia ini kepada diri kita sendiri.

أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم

KHUTBAH KEDUA – KHUTBAH JUM’AT SINGKAT TENTANG BERSYUKUR

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، نبينا محمد و آله وصحبه ومن والاه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنَّ محمّداً عبده ورسولهُ

 

Ummatal Islam,

Orang yang bersyukur tak akan tertipu dengan banyaknya amal. Banyak diantara kita ketika kita merasa telah banyak beramal, kita merasa sudah menjadi orang yang bersyukur. Sementara kita melihat bagaimana Rasulullah dan para Sahabatnya, diberikan oleh Allah kenikmatan-kenikmatan yang luar biasa dalam perkara dunia maupun agama. Terutama urusan akhiratnya.

Ini dia Rasulullah, semalam suntuk beliau shalat dan beliau perpanjang shalatnya sampai-sampai kakinya bengkak. Kemudian ditanya oleh istrinya, “kenapa engkau lakukan itu ya Rasulullah? Sementara Allah mengampuni dosamu yang telah lalu maupun yang akan datang” Maka Rasulullah bersabda:

يا عائشةُ ! أفلا أكونُ عبدًا شكورًا

“Wahai Aisyah, bukankah semestinya aku menjadi hamba yang bersyukur?” (HR. Bukhari dan Muslim)

Subhanallah.. Rasulullah tidak tertipu dengan janji Allah kepadanya berupa telah diampuni dosanya yang lalu maupun yang akan datang. Bahkan Rasulullah tidak tertipu dengan janji surga Allah untuknya. Justru semua itu menjadikan beliau semakin dekat kepada Allah.

Lihatlah para Sahabat yang telah dijamin masuk surga, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Rasulullah telah menyatakan bahwa mereka semua di surga. Apakah mereka tertipu dengan janji-janji itu semuanya? Ataukah mereka semakin bertaqarrub kepada Allah sebagai rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Maka orang yang bersyukur tak akan tertipu dengan banyaknya amal. Karena ia tidak tahu berapa amal yang akan diterima disisi Allah. Dia tidak tahu dan bahkan khawatir kalau ternyata Allah jadikan hatinya berpaling dari amalan shalih. Ia dipalingkan karena cintanya kepada dunia, karena ternyata harapannya kepada dunia naudzubillah.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

 

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ
اللهُمَّ اجْعَلنَا مِن التَّوَّابِين
اللهُمَّ اجْعَلنَا مِن المتَّقِين
اللهُمَّ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوابُ الرَّحِيم
اللهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عباد الله:

إِنَّ اللَّـهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ﴿٩٠﴾
فَاذْكُرُوا الله العَظِيْمَ يَذْكُرْكُم، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُم، ولذِكرُ الله أكبَر.


Materi Lanjutan SKI Kelas VII BAB I

Kondisi Politik Masyarakat Sebelum Islam

 

Sebelum Islam datang, bangsa Arab di pengaruhi oleh  tiga kekuatan politik, yaitu kekaisaran Byzantium, kekaisaran Persia yang memeluk agama Zoroaster, serta Dinasti Himyar yang berkuasa di Arab bagian selatan.

Kondisi politik jazirah Arab terpengaruhi oleh dua hal, yaitu interaksi dunia Arab dengan kekaisaran Byzantium dan Persia. Kedua, persaingan antara Yahudi dan Zoroaster.

Kekaisaran Byzantum atau disebut juga Kekaisaran Romawi Timur ini berpusat di  ibu  kota  Konstantinopel,  dan  di  kuasai  oleh  kaiasar-kaisar  yang  merupakan pengganti kaisar romawi kuno setelah runtuhnya kekaisaran Romawi Barat. Pada abad ke 7 imperium ini telah meliputi Asia kecil, Siria, Mesir dan sebagian daerah Italia, serta sejumlah wilayah pesisir Afrika.

Sedangkan Kekaisaran Persia adalah kekasiaran Persia Pra-Islam terahir dipimpin oleh Dinasti  Sassania (sasanid) mempunyai wilayah  Iran, Irak, Armenia, Afganistan, Turki Bagian Timur, dan sebagian India, Suriah, Pakistan, Kaukasia, Asia tengah dan Arabia.

Bangsa arab terdiri dari beberapa suku yang sangat fanatik yang berlebihan dan loyal pada pemimpin suku. Tidak jarang, peperangan terjadi antar suku. Seperti perang fujjar yang terjadi 15 tahun sebelum Rasul di utus. Perang Fujjar merupakan perang saudara yang terjadi beberapa kali. Pertama perang antara suku Kinanah dan Hawazan, kemudian suku Quraisy dan Hawazan serta suku Kinanah dan hawazan lagi.

Di Jazirah arab juga terdapat beberapa kerajaan yang pernah ada diantaranya :


 a.   Kerajaan Kindah (480-529 SM)

Kerajaan  Kindah  adalah  satu-satunya  kerajaan  yang  berdiri  di  tengah-tengah Jazirah  Arab  di  antara  hukum  yang  diatur  berdasarkan  kabilah.  Raja  pertama kerajaan ini bernama Hajar Akil al-Mirar. Dia tunduk di bawah kerajaan Himyar di Yaman. Cucunya yang bernama Harits bin ‘Amr berhasil meluaskan pengaruhnya ke Hirah. Namun, kerajaan mereka hancur dan kembalilah kerajaannya pada kehidupan kabilah.  Namun,  kerajaan  Kindah  umurnya  tidak  lama.  Penyair  yang  bernama Imruul Qais salah seorang pengarang syair-syair masa jahiliah menisbatkan dirinya pada raja-raja Kindah. Dia telah berusaha untuk membangun kembali kerajaan leluhurnya, namun gagal.

 b.   Kerajaan Ma’in dan kerjaan Qatban 1200 SM-700 SM)

Kedua kerajaan ini hidup di satu zaman. Keduanya adalah kerajaan paling awal diYaman. Namun, sejarah tentang kedua kerajaan itu sangatlah sedikit

. c.   Kerajaan Saba’

Kerajaan  Saba’  ini  berdiri  setelah  runtuhnya  kerajaan  Ma’in  dan  Qatban. Kerajaan Saba’ juga meliputi Hadharmaut. Ibukotanya adalah Ma’rab. Kerajaan ini menjadi terkenal disebabkan dua hal.

Pertama, adanya Ratu Bilqis. Kisah tentang ratu ini dengan Nabi Sulaiman disebutkan   dalam   surah   an-Naml.   Kedua,   Bendungan   Ma’rab   yang   besar.

Bendungan ini menjadikan Yaman menjadi sebuah negeri yang makmur dan sejahtera. Namun, kemudian bendungan ini hancur. Maka, terjadilah sebuah bencana air bah yang dahsyat. Akhirnya, penduduk setempat banyak yang pindah ke wilayah utara.  Peristiwa  ini  sekaligus  menjadi  tanda  kehancuran  Saba’  dan  berdirinya kerajaan Himyar.

 

لَقَدۡ كَانَ لِسَبَإٖ فِي مَسۡكَنِهِمۡ ءَايَةٞۖ جَنَّتَانِ عَن يَمِينٖ وَشِمَالٖۖ كُلُواْ مِن رِّزۡقِ رَبِّكُمۡ وَٱشۡكُرُواْ لَهُۥۚ بَلۡدَةٞ طَيِّبَةٞ وَرَبٌّ غَفُورٞ فَأَعۡرَضُواْ فَأَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ سَيۡلَ ٱلۡعَرِمِ وَبَدَّلۡنَٰهُم بِجَنَّتَيۡهِمۡ جَنَّتَيۡنِ ذَوَاتَيۡ أُكُلٍ خَمۡطٖ وَأَثۡلٖ وَشَيۡءٖ مِّن سِدۡرٖ قَلِيلٖ

 Artinya : Sesungguhnya bagi kaum Saba´ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman  mereka  yaitu  dua  buah  kebun  di  sebelah  kanan  dan  di  sebelah  kiri. (kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun".  Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun  mereka  dengan  dua  kebun  yang  ditumbuhi  (pohon-pohon)  yang  berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr (QS. Saba’ [34]: 15-16)

 d.   Kerajaan Himyar.

Kerajaan ini berdiri setelah runtuhnya kerajaan Saba’ dan menjadikan Zhafar sebagai ibukotanya. Raja-rajanya menggelari dirinya dengan Tababi’ah. Saba’ dan Himyar meninggalkan peninggalan-peninggalan yang menunjukkan keagungan kemajuan yang dicapai dua kerajaan ini.

Kerajaan ini kemudian semakin mundur di akhir-akhir pemerntahannya. Sehingga, Yaman diduduki oleh orang-orang Romawi dan disusul kemudian oleh Persia.

 e.   Pendudukan Romawi di Yaman

Dzunuwas raja Himyar yang memeluk agama Yahudi memberi pilihan kepada orang-orang Masehi Najran antara memeluk agama Yahudi atau mereka harus mati. Temyata mereka lebih baik memiliki mati daripada dipaksa harus memeluk agama

Yahudi. Maka, dia segera menggali parit dan mereka dibakar di dalam parit itu.

قُتِلَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡأُخۡدُودِ ٱلنَّارِ ذَاتِ ٱلۡوَقُودِ إِذۡ هُمۡ عَلَيۡهَا قُعُودٞ

 

Artinya:  Binasa  dan  terlaknatlah  orang-orang  yang  membuat  parit.  yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar. ketika mereka duduk di sekitarnya  (Al Buruj ayat 4-6)

 Sebagian mereka melarikan diri dan meminta bantuan kepada penguasa Habasyah yang menganut agama Kristen (an-Najasyi) yang kemudian meminta bantuan pada kaisar Romawi-pelindung agama Kristen. Kaisar kemudian mengirimkan kapal perang dan senjata. Maka, Najasyi mampu menaklukkan kota Yaman berkat komandannya yang bernama Arbath.

Pada saat itu salah seorang pembantu dekatnya yang bernama Abrahah melakukan pemberontakan dan akhirnya membunuhnya. Maka, jadilah Abrahah penguasa di Yaman. Peristiwa ini terjadi pada saat hidupnya Abdul Mutthalib bin Hasyim, kakek Rasulullah.

 f.   Pendudukan orang-Orang Persia atas Yaman

Salah seorang anak raja Himyar yang bernama Saif bin Dzi Yazan melarikan diri ke Persia. Dia meminta bantuan kepada orang-orang Persia untuk mcngeluarkan orang-orang Habasyah dari negerinya. Maka, mereka pun bergerak dan mampu mengalahkan orang-orang Romawi.

Kisra Persia memerintahkan agar mengangkat Saif sebagai raja untuk seluruh Yaman. Setelah Saif terbunuh, Kisra mengirim Wahruz menjadi penguasa di Yaman dan tunduk di bawah pemerintahan Persia. Setelah Wahruz meninggal dia digantikan oleh anak anak dan cucu-cucunya.

 Tatkala Rasulullah diangkat sebagai Rasul, penguasa Yaman asal Persia saat itu adalah Badzan-salah seorang keturunan Wahruz. Rasulullah mengajak Badzan untuk memeluk Islam, la menyambut ajakan itu dan masuk agama Islam.

g.   Kerajaan Hirah

 Sejarah keamiran Hirah ini mulai sejak abad 111 M. dan terus berdiri sampai lahirnya Islam. Kerajaan ini telah berjasa juga terhadap kebudayaan Arab, karena warga negaranya, banyak mengadakan perjalanan-perjalanan diseluruh jazirah Arab terutama untuk berniaga, dalam hal itu mereka juga menyiarkan kepandaian menulis dan   membaca.   Karena   itu   mereka   dapat   dianggap   sebagai   pennyiar   ilmu pengetahuan di jazirah Arab.

 h.   Kerajaan Ghassan

Nama Ghassan itu berasal dari mata air di Syam yang disebut " Ghassan". Kaum Ghassan memerintah dibagian selatan dari negeri Syam dan dibagian utara dari jazirah  Arab.  Mereka  telah  mempunyai  kebudayaan  yang  tinggi,  dan  menganut agama Masehi yang diterimanya dari bangsa Romawi dan merekalah yang memasukkan agama Masehi itu ke jazirah Arab.

 

i.   Hijaz,

Hijaz berbeda dengan negeri-negeri arab yang lain. Negeri Hijaz belum pernah dijajah, diduduki dan dipengaruhi negara-negara asing. Hal itu dikarenakan letak geografis dan negeri miskin, sehingga tidak menarik negara-negara lain untuk menjajahnya.

Kota terpenting di daerah ini adalah  Makkah, tempat ka'bah berada.  Pada awalnya, Makkah dan Ka'bah dikuasai oleh Nabi Ismail, kemudian putra sulungnya Nabit, dan dilanjutkan oleh penguasa-penguasan kabilah Jurhum. Kemudian suku Jurhum diganti oleh suku Khuza'ah,  yang datang dari  Yaman setelah runtuhnya bendungan Ma'rib, dan berkusa di Makkah selama 300 th.

Dalam abad V M, Suku Quraisy merebut kekuasaan Makkah dan Ka'bah dari Khuza'ah. Makkah mengalami kemajuan dibawah kekuasaan Suku Quraisy. Untuk mengurus Makkah dan mengamankan para penziarah yang datang ke kota Makkah, suku  Quraisy  mendirikan  semacam  pemerintahan.     Selain  itu,  suku  Quraisy mangatur urusan   yang berkenaan dengan ka'bah. Ada sepuluh (10) jabatan tinggi yang dibagikan kepada kabilah dari suku Quraisy yaitu :


a. Hijabah (penjara kunci ka’bah)

b. Siqayah (penjara air mata Zam zam)

c. Diyat (Kekuasaan hakim sipil dan criminal)

d. Sifarah (kuasa usaha Negara atau duta)

e. Liwa (jabatan ketentaraan)

f. Rifadah (pengurus pajak bagi fakir miskin)

g. Nadwah (jabatan ketua dewan)

h. Khaimman (pengurus balai musyawarah)

i. Khazinah (jabatan administrasi keuangan)

j. Azlim (penjaga panah peramal) untuk mengetahui pendapat para dewa-dewa.

 


Thursday, July 23, 2020

MATERI LANJUTAN PRAKARYA KELAS VII


KERAJINAN SERAT

 Serat dari Hewan

Serat yang berasal dari hewan banyak disukai oleh negara-negara Eropa. Serat tersebut memiliki tekstur yang lembut dan halus, Sifat serat hewan menghangatkan sehingga orang-orang yang tinggal di daerah musim dingin sangat memanfaatkan serat ini. Bagian hewan yang dimanfaatkan seratnya adalah bulu. Bulu hewan yang paling banyak diolah sebagai bahan baku serat produk tekstil di antaranya stapel dan  filamen.  Di bawah ini dijelaskan penggolongannya.
a. Serat dari Stapel

Stapel merupakan serat yang berbentuk  rambut  hewan yang disebut  dengan wol.  Contohnya  domba,  alpaca, unta, cashmer, mohair, kelinci, dan vicuna. Rambut hewan yang paling banyak digunakan adalah wol dari bulu domba
b. Serat dari Filamen

Filamen merupakan serat yang berbentuk jaringan. Contohnya adalah serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong. Kepompong inilah yang merupakan serat lalu dipintal menjadi benang.
Karakteristik  bahan serat  alam yang menjadi  perhatian  adalah pada permukaan seratnya, seperti kehalusan, kekuatan, daya serap, dan kemuluran atau  elastisitas.  Bahan tekstil  dari  selulosa (kapas) memiliki  beberapa karakteristik seperti, bahan terasa dingin dan sedikit kaku, mudah kusut, mudah menyerap keringat, rentan terhadap jamur, dan mudah terbakar.
Sementara serat sutra mempunyai ciri-ciri  berkilau, sangat bagus dan lembut, tidak mudah kusut, sangat halus, kekuatannya tinggi, tahan terhadap sinar matahari, daya serap cukup  tinggi,  tidak  mudah  berjamur, mudah terbakar,  berbau  seperti  rambut  terbakar,  bekas pembakaran berbentuk abu hitam, bulat, serta mudah dihancurkan. Serat wol mempunyai ciri-ciri agak kuat, tidak berkilau, keriting, kekenyalan tinggi, elastisitas tinggi, dan merupakan penahan panas yang baik, tahan terhadap jamur dan bakteri.
Berdasarkan karakteristik  tersebut,  kita  dapat  melakukan perawatan pada  bahan serat alam lebih maksimal. Hal ini dilakukan  agar kualitas bahan serat tetap terjaga dan tahan lama.

C. Pengolahan Bahan  Serat

Sebelum membuat produk kerajinan, tentunya pengrajin harus melakukan proses pengolahan terhadap bahan tekstil. Proses pengolahan masing- masing bahan tekstil secara umum sama. Pengolahan dapat dilakukan secara manual  maupun menggunakan mesin.  Langkah-langkahnya sebagai berikut.

1. Pemintalan benang
Dari proses pemilihan serat akan dilanjutkan pengolahan kapas menjadi benang yang disebut pemintalan.
2. Penggulungan benang
Benang  yang  sudah  dipintal  akan  digulung  menggunakan  alat penggulung benang.
3. Pencelupan Warna
Benang diproses  dengan pencelupan  untuk memperoleh  warna yang kuat.  Selanjutnya  benang  dikeringkan.
4. Penenunan Benang  Menjadi Kain
Setelah kering, benang dapat ditindaklanjuti dengan proses penenunan menjadi  kain.

Benang yang telah jadi bahan baku dapat digunakan untuk membuat makrame  dan tapestri,  sedangkan  kain dapat  digunakan  untuk  membuat kain ikat celup.

D. Proses Produksi  Kerajinan Bahan Serat
Teknik  dasar  kerajinan  tekstil  adalah  segala  cara  yang  digunakan untuk membentuk atau mengolah bahan tekstil. Adapun teknik yang digunakan sangat beragam. Penggunaan teknik dasar ini disesuaikan dengan  kerajinan  yang  akan  dibuat.   Dengan  demikian,  penggunaan teknik  dasar menjadi  tepat  sasaran.
Adapun teknik-teknik dasar dalam keterampilan kerajinan tekstil yang dapat  digunakan untuk  memproduksi  kerajinan ikat  celup,  makrame, dan tapestri sebagai berikut.
a. Menenun
Teknik menenun dapat digunakan untuk pembuatan produk kerajinan tapestri.  Menenun  menggunakan  alat spanram  atau  bingkai  yang direntangkan  benang-benang  lungsi sebagai jalur jalannya benang tenunan atau pakan.
b. Menjahit
Menjahit adalah pekerjaan menyambung kain dan bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang. Menjahit dapat dilakukan dengan tangan (manual) atau mesin jahit. Dalam pembuatan kain ikat celup diperlukan teknik menjahit untuk merintang warna.
c. Mengikat
Mengikat adalah teknik menyatukan dua benang/lebih membentuk ikatan yang diinginkan.  Mengikat dapat  pula diartikan menyatukan helaian kain yang satu dengan lainnya menggunakan alat pengikat untuk membentuk pola tertentu. Ikatan ini dapat berupa simpul ataupun pola warna.

E. Produk  dan  Proses Kerajinan  Bahan Serat
Dalam pembuatan produk kerajinan perlu memahami dahulu seperti apa membuat karya yang berkualitas, maka dalam proses penciptaannya harus mengacu pada persyaratan. Adapun syarat-syarat perancangan benda kerajinan sebagai berikut.
1. Kegunaan (Utility)
Benda kerajinan harus mengutamakan nilai praktis, yaitu dapat digunakan sesuai dengan fungsi dan kebutuhan. Contoh  mangkuk untuk wadah sayur.
2. Kenyamanan (Comfortable)
Benda kerajinan harus menyenangkan dan memberi kenyamanan bagi pemakainya. Contoh cangkir didesain ada pegangannya.
3. Keluwesan (Flexibility)
Benda kerajinan harus memiliki keserasian antara bentuk dan wujud benda dengan nilai gunanya. Contoh sepatu sesuai dengan anatomi dan ukuran kaki.
4. Keamanan (Safety)
Benda  kerajinan tidak  boleh  membahayakan  pemakainya.  Contoh piring  dari  serat  kelapa  harus  mempertimbangkan  komposisi zat pelapis/pewarna  yang dipakai agar tidak berbahaya jika digunakan sebagai wadah makanan.
5. Keindahan (Aestetic)
Benda  yang indah  mempunyai  daya tarik  lebih  dibanding  benda yang biasa-biasa saja. Keindahan sebuah benda dapat dilihat dari beberapa hal, di antaranya dari bentuk, hiasan atau ornamen, dan bahan bakunya.
Karya yang baik dihasilkan dari proses perancangan yang baik pula. Oleh sebab itu, proses perancangan karya kerajinan harus memperhatikan hal-hal seperti pada gambar berikut ini.


 Indonesia dikenal kaya akan sumber daya alam berupa hutan yang tersebar di  seluruh Nusantara. Selama ini hasil hutan  nonkayu  yang berasal dari tanaman dan bersifat dapat diperbarui belum sepenuhnya mendapatkan perhatian dari para pemangku kepentingan di sektor kehutanan. Padahal, tanaman nonkayu seperti daun dan rumput-rumputan memberikan  kontribusi  ekonomi  dan  penyerapan tenaga kerja yang signifikan.
Selain tanaman kayu dan nonkayu, terdapat bahan serat alam yang dihasilkan dari hewan. Produk kerajinan yang dihasilkan dari bahan serat tumbuhan dan hewan sangat banyak dan mudah didapat. Namun ada pula serat buatan yang dihasilkan dari berbagai bahan campuran, yang juga menghasilkan produk kerajinan  yang kreatif seperti kain. Identifikasilah di daerah tempat tinggalmu, adakah serat alam tumbuhan atau hewan serta serat buatan yang ada di daerahmu. Produk kerajinan apa yang dihasilkan dari ketiga bahan tersebut?

1. Produk  Kerajinan  Serat  Tumbuhan
Pernahkah kamu  melihat  kerajinan yang  menggunakan  bahan dasar daun. Daun yang digunakan sebagai produk kerajinan disebut dengan serat alam. Serat alam yang biasa digunakan di antaranya daun eceng gondok, daun pandan, daun jagung, daun pisang atau pelepah pisang, daun kelapa/janur, daun lontar, daun pandan, dan daun pohon  gebang. Selain daun ada juga akar, biji, dan batang. Apakah di daerahmu menghasilkan banyak daun semacam ini?
Pernahkah kamu melihat eceng gondok  yang biasa tumbuh  di air? Enceng gondok  termasuk jenis tanaman pengganggu.  Namun bagi warga daerah tertentu seperti di Kulonprogo, Yogyakarta enceng gondok  menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Daerah ini menjadi sentra kerajinan tangan dari enceng gondok.  Selain eceng gondok,  masih banyak lagi produk kerajinan dari bahan serat alam ini sudah digeluti oleh pengrajin di beberapa daerah.

a. Bahan Serat Tumbuhan
Di bawah ini merupakan bahan serat alam dari tumbuhan yang dapat diolah menjadi produk kerajinan. Pengolahan yang dilakukan cukup  sederhana yaitu  dikeringkan  secara alami dengan  sinar matahari langsung.
  1. Serat pelepah pisang
  2. Serat Daun Pandan berduri 


3. Serat Eceng Gondok
Bahan-bahan serat alam dapat menghasilkan produk kerajinan tangan yang beraneka ragam, misalnya tas, dompet, topi, alas meja, dan tempat lampu. Teknik pembuatan kerajinan dari serat alam ini sebagian besar dibuat  dengan cara di anyam. Namun, ada juga yang menggunakan teknik tempel atau jahit. Sedangkan proses persiapan pembuatan bahan baku yang digunakan biasanya dengan cara dikeringkan secara alami menggunakan sinar matahari langsung. Untuk menghindari jamur, bahan serat alam harus direndam dahulu dalam waktu tertentu dengan larutan
natrium  benzoat atau  zat  pengawet lainnya  sehingga bahan serat alam
dapat tahan lama tanpa jamur.

 


APAKAH MASYARAKAT MADINAH RESPON DENGAN DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW ?

RESPON PADA DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW. DI MADINAH Untuk memperluas wawasan tentang Respon masyarakat Madinah terhadap dakwah Nabi Muhammad ...